Entri Populer

Minggu, 04 Agustus 2019

Does he flirt me? (part 2)

Dia datang dengan lagaknya yang arrogant.
Ya betul! Dia arrogant. Karna aku rasa dia tahu bahwa dia lumayan tampan.
Dan yang paling menyebalkan adalah dia tahu bahwa dia mempunya bahu yang indah.
Sehingga dia suka sekali memperlihatkan bahu-nya itu kepadaku.
Alias membelakangi ku. Huuuvvtt..

Bahunya itu bagaikan sebuah ladang lebar bukit waringin sumba yang membawa aku ingin menjelajahinya. Sepanjang aku memandang hijau dan hijau lagi. Karna seperti itu bahunya. Buat aku ingin menatapnya terus karna pemandangan yang hijau itu. I don't know. Tapi setiap kali aku ingin mendekati bahu itu seperti ada tembok yang membuat aku menghentikan langkahku. Tembok itu adalah "SADAR DIRI".

Setiap kali aku tersadar. Maka aku akan mundur tiga langkah darinya. Dan saat dia mulai menyadarinya, dia akan menganggap bahwa aku ini lucu dan suka bermain dengan nya. Bisa gak sih kata "Bermain" itu di coret dari otaknya yang jahil itu. Lalu dia akan tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajahku seakan ingin memberiku test. "Apakah kamu tahan dengan godaanku?"
Di situ pula aku akan mencubit tanganku biar aku tidak memberikan ekspresi malu malu kucing yang dia inginkan. Aku juga wanita yang gak mau kalah dengan pria arrogant seperti dia. Aku harus kuat untuk tidak mengeluarkan semua ke-nafsuan ku dan imajinasi ku akan lezatnya bibir nya yang tersenyum nakal itu. Matanya yang tajam menelisik ekspresiku yang kacau. Dan hidungnya yang mancung bikin aku penasaran untuk menyentuhnya. Apakah itu asli?

"Kau ini bau matahari" ucapnya.
" Biarin!!" Kataku ketus. Ya, iyalah aku naik ojek setiap hari. Pake parfum juga ilang baunya.

Lalu kembali dia membalikkan badan nya dan lagi lagi pemandangan luar biasa indahnya itu kembali terpampang nyata di depan wajahku. Namun sejujurnya di dalam hatiku, aku tidak suka. Aku tidak suka pria yang membelakangi wanita seperti itu dengan tujuan bukan untuk dilindungi. Namun memamerkan wing nya hasil dari nge gym bertahun tahun itu.

Aku pun risih. Dan berjalan dengan cepat supaya aku bisa membelakangi dia dan biar dia tahu apa rasanya kalau dibelakangi turus sama pundak orang. Aku yang berjalan cepat akhirnya berhasil membelakangi dirinya dan membuat aku menjadi bangga akan diriku sendiri. Sehingga aku pun membusungkan dadaku. Pertanda aku menang dari nya. Yes!

Dia yang melihat aku berjalan cepat lantas segera berlari menyusulku.
Lalu saat dia berhasil menyusulku. dia berkata " Gendutan ya?"
lalu dia berlari begitu saja.

Ngeselin kannnnnn!!!!!! Tapi entah mengapa karna dia tampan jadi nge-ngemesin. Kenapa dia bisa sejahil itu dan kejahilan nya itu memberikan efek seperti narkoba yang buat aku ketagihan.
Aku ingin mengejar dia namun tubuhku yang gembul ini sudah tak kuasa untuk mengejar kaki jenjang nya yang dengan cepat berlari.

Di satu titik dia akan memperlambat lari nya itu dan memperhatikan aku dari jauh seraya menggodaku. "Ayo kemari! Kalo kamu bisa sampai FINISH, koko peluk" Hahahaa. Kenapa aku merasa pikiran aku kotor seperti sinchan ya.
Ok. Aku tidak boleh menyerah. Dan aku harus segera sampai di garis FINISH meski aku terengap engap seperti ikan buntal yang kurang oksigen.

"Nih minum!"  ucap-nya sambal menyodorkan air mineral kepadaku.
"Gak! Minum cuma buat orang yang lemah!" kataku menolak air mineral itu
(aduh abis ngomong ini aku merasa aku keren banget! Seperti Charlize thereon! Sangar alias Fierce namun tetap anggun.. hihihi.

Dia pun hanya menggeleng geleng-kan kepala sambal tersenyum nyinyir. Aku tahu pasti dia kesal. HAHAHA! at least dua - satu score ku. Yihaa! Rasakan pembalasan dendam-ku akibat bau matahari dan gendutan yang dia ucapkan tadi.

Tak kusangka apa yang dia lakukan kali ini sungguh merontokkan segala sifat kompetitifku bahkan juga imanku. Sehabis dari ini aku harus mandi kembang. Ini sungguh pemandangan yang butuh parental advisory 18 ++. Mungkin dia kepanasan sehingga botol minum yang dia sodorkan ke aku itu digunakan nya untuk mengguyur kepala nya. Dan lagi lagi aku terpana. Bukan hanya bahu nya saja yang indah. Namun dadanya juga. Air yang meremes ke kaos running nya itu menonjolkan betapa maskulin nya tubuhnya itu. Dadanya kekar seakan memberikan harapan bahwa dia mampu melindungi semua kaum hawa kesepian di dunia ini.

Dan ternyata makin air nya mengalir dan membasahi tubuhnya. Makin Nampak juga roti sobek yang selama ini dia sembunyikan dari ku. Huh! Katanya dia teman. Tapi kenapa dia punya rahasia seperti ini. Rahasia yang bias membuat aku menjadi wanita pendosa. Dan buat aku menyesal akan roti isi bakso ayam yang dengan lahap kumakan tadi pagi. Makan nya 2 buah pula. Karna 1 gak cukup mengenyangkan perut jelly ku.

"Kenapa lihat lihat?" Ucapnya nyinyir.
aku segera melemparkan handuk ku ke mukanya, "Bikin basah jalanan tauuuk!"
Ya, mudah mudah-an hanya jalanan nya saja yang basah. Hahaha.
#ifyouknowwhatimean

Lalu dia pun menyibak rambut nya. Dan membenahi rambut nya serasa orang paling keren sedunia. Dan Ya, dia pakai handukku juga untuk mengeringkan rambut nya yang basah. Di saat itu juga aku berpikir aku gak mau pake handuk itu lagi buat lap keringatku. Nanti bisa jadi jerawat muka ku yang sudah pakai jutaan skin care ini. Dengan kece nya handuk ku digantungkan nya di lehernya yang Panjang itu. Penampakan nya tidak seperti abang abang bakso dan siomay depan kompleks rumahku. Benar benar dia seperti model penjual pakaian sporty! dan handuk ku itu adalah aksesori nya.

Dengan santainya, dia lantas mengenggam tanganku dan mengajakku untuk berlari pelan untuk sampai ke garis finish. Entah mengapa kali ini genggaman tangan nya hangat dan buat aku nyaman. Aku menjadi patuh dan tunduk saat itu juga. I'm your slave, babe.. Terserah kamu mau apain aku.
Rasanya saat itu, menit dan detik menjadi lebih lama dari sebelumnya. Seakan yang Maha Kuasa turut andil dalam menciptakan ilusi slow motion ini. Tatapan nya, senyuman nya, dan langkahku semua menjadi ada efek sparkle nya. Dan aku baru tau bahwa lambat itu asik juga.

Tak terasa garis Finish sudah di depan mata. Kebahagian aku yang sementara ini sebentar lagi akan sirna. Aku tahu, pasti pacar nya yang sering dijadikan sebagai muse di beberapa produk baju local itu sudah menunggu di garis finish dengan kamera dan handphone nya. Untuk mengabadi-kan moment kekasih hati nya itu. Sometimes I'm just jealous with her. Kayaknya dia gak perlu kerja secapek aku tapi rasanya semua kebutuhan nya terpenuhi baik jasmani maupun rohani. Kalo jadi cewek kadang cantik dan licik ajah, maka Anda akan menjadi Queen di hutan rimba ini.

Aku pun melepaskan genggaman tangan nya dan berpura pura menunduk untuk membenarkan tali sepatuku.
"Lu duluan aja"
Lagi lagi aku membangun tembok itu. Semakin keras dan tinggi akan semakin baik. Aku gak mau aku makin larut dalam kesedihan. Lebih baik aku melepaskan nya sekarang.
Meski dalam hati aku berharap kalau dia akan meninggalkan ku. Tapi tetap. Aku harus mundur.

"Bareng aja! Biar nanti bisa bikin boomerang bareng!"
kenapa dia harus pakai tameng boomerang segala. Aku kan jadi gak mampu untuk menolak.
Karna ikutan lari lari manjah ini juga memang hanya buat sosmed. Dia memang bagaikan Thor yang memiliki palu untuk merobohkan semua dinding yang kubangun.

Akhirnya kuputuskan untuk lanjut lagi berlari bersama nya. Pacar nya gak akan menganggap aku pelakor kok. Karna jelas aku bukan di level nya lagi. Aku hanyalah third wheeler dan chubby mosquito dalam perjalanan kasih mereka. Kadang diminta untuk mem-foto moment moment mereka berdua yang pura pura canded mesra. Dan kadang aku ini juga menjadi tong sampah, saat makanan yang mereka pesan itu tidak habis. Kadang aku menjadi badut untuk mencairkan suasana mereka berdua yang kadang dingin seperti di es akibat kesibukan mereka dengan handphone masing masing. Ya. Mudah mudahan Tuhan memberikan ku pahala yang banyak dengan perbuatan baikku selama ini.

"Lho! Alea mana ya?" tanyaku. Aku benar benar tidak menemukan nya. Gadis selebgram yang sering berdandan menor itu tidak aku temu-kan di garis finish lari estafet ku.
"Emangnya aku bilang kalo ada Alea? Coba lihat Instagram!"

Aku benar benar shock dengan apa yang kulihat di insta story ku saat ini. Ternyata dari tadi dia membelakangiku dan membuat insta story yang men-cemooh ku. Memang dasar kurang ajar! Dia bilang aku ibu ibu sering absen senam kompleks lahh waktu aku terpengah pengah lari. Terus yang terakhir bikin BAPER siiihh. Maksudnya apa siih. Bikin story ada pool nya gitu. "Kalau dia mau aku gandeng tangan nya apakah dia mau jadi pacar aku" Terus pilihan nya ada yes dan ada no.

Postingan story nya ini mengundang sejuta keraguan dan tanya. Apa yang terjadi antara dia dan Alea? Kenapa dia bisa centil centil begini ke aku? Kalau ini semua hanyalah tipuan, Jahil nya benar benar sudah keterlaluan. Gak tau apa. Hatiku ini cuma satu dan sekali nya broke, susah kali buat di bener-in.

"Tolong diklik gih!" ucap nya pede.
Ya, dia memang ganteng dan tinggi semampai sih. Tapi pede nya sudah terlalu over!!!!

" Hape aku habis batere!" jawabku ketus.
"Boong! Orang nyala gitu! sini" seraya dia akan merebut hape ku dari genggaman tanganku.
Waduh. Mau bau keringat aja. tetap saja bau nya maskulin.
Aku gak tau deh harus berbuat apa. Apakah aku harus lemah manjah. Lalu aku akan bilang "Aku mau, koh" Biar langsung cepet aja kupeluk tubuh kekar ade rai milik nya itu.
I don't have any experience before. Dan ini bikin aku kaku dan salah tingkah.

"Udah! gak usah becanda dehh! Gila yaa!" Ucapku sambil menepis tangan nya yang dulu pernah menggenggam manjah tangan chubby ku ini.
Ting! ting! ting! Ting! Tiba tiba muncul notif di handphoneku. dan Muncul lah pesan dari Si Alea, gadis menor. DAN WHAT THE XXXXXX
Sepertinya aku beneran mimpi. Mimpi yang indah.

Si Alea ternyata hanyalah partner bisnis Instagram si kokoh.
Dan aku speechless seperti lagunya Naomi Scott. (ini aku udah mulai capek ngarang cerita.. huakakakakak).
Tanpa pikir Panjang aku langsung klik sesuatu di polling ig story yang kokoh post tadi.
"UDAH KOH" ucapku ketus.

Lalu selanjutnya.. Bahu indah bukit waringin sumba itu jadi milikku selamanyaa… Hahahaa...

-------------------------------------------------------------THE END -----------------------------------------------


HMMM. pertanyaan?
Berapa lama Fenny akan mendaki bukit waringin tersebut?

Jawaban:
emoticon kucing pipi merah… *MIAOOWW*


Kisah dibalik cerita:
Hi guys! aku fenny, author dari cerita ini. (Ya iyalaahh! ini blog gueee..) Hehehe.
Ya, kali ini cerita ini hanyalah fiksi sajaahh. Karna aku jarang nih di flirt flirt sama orang, jadi ya I don't have interesting story about that (KODE).
Tapi yang jelas di cerita ini setelah aku baca baca lagi. Imajinasi aku lumayan liar yaa.
Bener sih kata temen aku dulu. Cewek kalo umur 26 tahun masih belum nikah. Jadinya akan liar. Huakakakak. Ya, getting married is a CHOICE. But find your own happiness is a MUST! Gileee. Wise banget akuu.
Aku bikin cerita ini langsung aja gitu. Ketak ketik sambil berimajinasi gak jelas aja dan sambil ngemil French fries di salah satu restaurant tempat aku sering nge-blog! Hahaha Pasti kalian tau lah.. Restaurant itu apa. Dan aku bikin blog ini saat Jakarta lampunya sedang padam. Sambil ngadem di restaurant, yaa aku harus produktif dong. Soalnya jalan jalan nya cuma sendiri. Jadi biar gak terlihat aneh. Aku harus bawa laptop sebagai kamuflase ku sebagai wanita karir yang sok sibuk kerja di weekend. Hehehehehe.
Ending nya sengaja aku bikin happy ending. Soalnya aku suka ending yang happy. hehehe. Mudah mudahan itu juga terjadi dalam hidupku!
Bagi pria pria single di luar sana. Jangan menganggap aku ini wanita pemangsa lelaki yaahh! I mean I'm straight ok! Jadi gak masalah dong kalo aku suka dan tertarik dengan lelaki. Cuman yaa karna buat keperluan cerita. Aku harus hiperbola dong. Biar apa cobaa? BIAR ASSIIQQUUEE! Mantap!
Buat yang pingin mengenal akuu lebih jaauuhh.  Kenalan dong sama akuu! Don't judge me only based on my blog. You only can judge me based on my ordered food. Hehehe, Karna memang betul aku anaknya rakus. Dan ingat kalau mau kenalan harus ada French fries yaa.. hihihii. Aku suka kentang goreng.. Nyuummmm...MIAAOOOWWW..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Leave your comments in here, please.