Entri Populer

Sabtu, 07 September 2019

Permainan Asinan

Cerita ini berawal mula ketika aku sedang ke ssebuah mall di Jakarta untuk memperbaiki touchpad laptop aku yang rusak kembali. Entah mengapa gadget gadget yang aku beli selalu cepat rusak. Mungkin aku membelinya dengan harga yang terlalu murah.
Biasanya aku kalo ke mall yang satu ini. Aku akan selalu mengexplore bagian foodcourt nya. Aku suka mengecek booth makanan apa yang lagi in dan apakah ada yang sedang buka partnership. Ya, iseng aja mencari informasi. Siapa tau berbuah hasil. Hehehee.

Lalu aku melewati suatu booth penjual asinan bogor. Langsung deh muka aku bete.
Aku benci banget sama asinan bogor! Sooo MUCH!
Asinan bogor ini mempermainkanku dan hatiku.
Pada dasarnya memang aku ini tidak suka dengan buah sih. IDK. Tapi asinan itu buah yang di asinkan bukan? Hmmm..

Jadi dulu ceritanya ada lelaki di kehidupanku yang dulu aku pikir dia gak tampan. Tapi makin aku lihat lihat makin deh aku jatuh hati kepadanya. Bener sih kata orang kalo lirikan matamu menarik hatikuuuu.  Badan nya itu tinggi dan suara nya lembut. Aku paling gak tahan sama pria yang bersuara lembut. Ini kelemahan aku paling dasar. Mungkin kalau dr. Boyke seumurku, aku sudah kelepek kelepek dibuatnya. Hahaha. Tapi bener sih suara cowok yang lembut ituu benar benar membuatku nyaman. Karna di rumahku semua suaranya keras dan berisik. Termasuk aku. Hahahh. Suara aku paling besar diantara yang lain. Ya, wajar! Cita cita ku dulu adalah menjadi the next indonesian idol.

Cowok ini di sekolah tidak terlalu pintar tapi juga tidak bodoh. Orangnya kalem dan rajin. Aku suka membantunya mengerjakaan tugas tugas sekolah. Tentunya dengan imbalan. Karna dia tahu aku tukang makan. Dia selalu memberiku makanan. Dan entah mengapa makanan yang biasa ituu menjadi luar biasa. Hehehe.

Suatu hari, muncul seorang wanita bertubuh langsing. Wanita ini selalu mengklaim bahwa rambut coklat seperti sering main layangan ituu adalah asli rambutnya bukan karna dicat di salon biar orang orang dalam hati berkata “uwoow keren kakak rambutnya” dan biar guru guru tidak menghukumnya. Orang jelas jelas muka nya asian people banget so gak mungkin rambut coklat kuning itu asli. Eerrrr. Mungkin karna dia langing dan terlihat lemah, semua orang percaya pada wanita ini.

Wanita ini lalu mengajakku berkenalan. Aku tahu dia sengaja. Biar kalau aku kenalan sama dia. Lalu pria tinggi lembutku ini akan kukenalkan dengan dirinya. Tapi tak akan kubiarkan itu terjadi!!
Tapi bagaimana caranya. O, iya! Aku bisa saja langsung bilang bye. Aku dan pria tinggi ini mau pergi   Makan..

Tapi sial!! Dia lebih pandai dariku. Sebut saja si wanita ini wanita layangan. Karna rambutnya yang di cat seperti warna rambut anak anak sering main layang layang.
“Hai! Aku wanita layangan. Nama kamu siapa?”
“Fenny” jawabku dengan senyum dipaksakan dan dalam hati bilang “hellow! He is mine!!”
Setelah handshake dengan aku, dia segera mengulurkan lengan putihnya ituu ke pria tinggiku itu.
Bagiku lengan ituu penuh dengan virus dan kuman wanita penyihir! Jangan sampai pria tinggi ku ini menjabat tangan nya itu.
Tapi pria tinggiku langsung menjabat tangannya itu dengan mantap!
Oh my god! Di saat itu aku merasa menjadi third wheeler. Tatap tatapan dan senyum senyuman mereka seolah dunia hanya milik mereka saja.

Setelah pertemuan itu entah mengapa aku sering melihat mereka makan berdua. Dan waktu aku tanya. Mereka selalu bilang dari gereja soalnya bareng. Dan aku akan sok sok menjadi wanita ter-cool di dunia seolah ini hal biasa. But actually I’m crying hardly inside.
Sampailah aku di suatu hari di puncak cerita yang menyedihkan ini. Saat ituu aku, pria tinggi, dan wanita layangan sedang mengerjakan tugas bersama. Dan si pria tinggi bilang bahwa dia menyediakan kami berdua makanan! Wow apakah ituuuu??
Dan ternyata jreng jreng jreng!!! Itu adalah ASINAN BOGOR!
Padahal si pria tinggi ini tahu aku gak sukak asinan. Apa dia gak peka? Atau dia gak peduli?
Lalu aku pun bilang. “Aku gak mau” dan dia tetap maksa buat aku coba-in.
Udah jelas badan aku begini besarnya. Suatu hal yang aneh kalau aku belum mencoba makanan yang ia sudah pernah coba. Bikin tambah EMOSI!

Si wanita layangan yang mendapat perlakuan manis dari pria tinggiku nampaknya senang sekali karna sihir mautnya itu berhasil. Di setiap suapan ada kali dia bilang enak sekali sambil ketawa ketiwi menjijikan. Di tiap kesempatan dia akan selalu menambahkan “aduh fenny kamu beneran harus cobain dehh.. ini enak banget”. Semakin dia menyuruhku untuk mencoba maka di saat itu pula aku benci dengan ASINAN!

Di akhir pengerjaan tugas. Si cewek layangan ini bilang makasihh buat asinan nya ke si cowok tinggiku. Dan si cowok ini menengaskan bahwa sebenarnya asinan ituu asinan favoritnya. Karna aku merasa dipermainkan. Aku pun segera menambahkan “Aku sih benci banget sama ASINAN” lalu aku pulang. Semenjak saat itu, tanpa aku sadari aku selalu menjauh dari mereka. Setiap diajak. Aku akan cari cara buat menolak dan mencari kegiatan lain supaya aku terus sibuk. Sampai akhirnya mereka malas mengajakku.

Hatiku pecah berkeping keping. Mungkin si pria tinggi ini hanya menganggap aku hewan peliharaan nya yang lucu dan selalu membantunya mengerjakan tugas. Aku diberi makanan biar aku menurut dan sayang padanya. Setelah dia bertemu dengan wanita yang kuanggap seperti nenek sihir ini. Si pria tinggi sudah tidak sayang lagi kepadaku dan memberiku racun supaya aku tidak mengganggu kemesraan mereka berdua. Hiks hiks hiks. Byee pria tinggi. Semoga engkau bahagia..



UPDATE: